Act Up ★ Gratis · iPhone · Android · 106 dek, 10.600 kartu · 72 bahasa · Bisa offline · Rekam ronde Download aplikasi
Act Up

Tebak Gaya Boleh Bersuara atau Tidak? Ini Aturannya

Apakah tebak gaya boleh bersuara? Dalam versi klasik, pemeraga tidak boleh bersuara sama sekali: tidak bicara, tidak berbisik, tidak bernyanyi, tidak menggerakkan bibir membentuk kata dan tidak menirukan bunyi. Yang boleh bersuara hanya penebak. Meski begitu, banyak keluarga membuat kesepakatan sendiri, misalnya membolehkan suara untuk anak balita, atau sengaja memainkan varian tirukan suara yang memang memakai bunyi.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan pemeraga?

Aturan dasarnya: semua petunjuk harus lewat gerakan. Berikut yang umumnya dilarang:

Tindakan Boleh? Alasannya
Bicara atau berbisik Tidak Inti permainan adalah tanpa kata
Menggerakkan bibir membentuk kata Tidak Penebak bisa membaca gerak bibir
Bernyanyi atau bersenandung Tidak Melodi lagu langsung membocorkan jawaban
Menirukan suara hewan atau benda Tidak, dalam aturan klasik Suara dianggap petunjuk verbal
Bertepuk tangan atau menghentakkan kaki Biasanya boleh Dianggap bagian dari gerakan
Menulis atau mengeja huruf di udara Tidak Sama dengan memberi tulisan
Menunjuk tulisan di kaus atau poster Tidak Jawaban jadi terlalu mudah

Bunyi yang muncul dari gerakan, seperti tepuk tangan atau langkah kaki, umumnya dimaklumi. Yang dilarang adalah suara yang sengaja dibuat sebagai petunjuk.

Bolehkah menunjuk benda di sekitar?

Ini salah satu hal yang paling sering diperdebatkan. Ada dua kebiasaan yang sama-sama umum:

Kebanyakan keluarga memakai aturan ketat untuk orang dewasa dan baru melonggarkannya untuk anak kecil. Yang penting, sepakati sebelum permainan dimulai. Aturan lengkap dan cara menyelesaikan perdebatan ada di aturan tebak gaya.

Apakah penebak boleh bersuara?

Boleh, dan justru itu yang membuat permainan ramai. Penebak bebas:

  1. Menyebut tebakan sebanyak dan secepat mungkin.
  2. Berdiskusi dengan teman setim.
  3. Mengulang kata yang hampir benar supaya pemeraga bisa memberi kode “dekat”.

Pemeraga menanggapi dengan gerakan: mengangguk kalau benar, menggeleng kalau salah, dan memberi isyarat “hampir” dengan tangan yang menarik ke arah dirinya. Isyarat lain seperti mirip bunyi dan kata ke berapa dijelaskan di kode gerakan tebak gaya.

Apa hukuman kalau pemeraga keceplosan bersuara?

Keceplosan sering terjadi, apalagi saat tim hampir menebak dan pemeraga terlalu bersemangat. Beberapa aturan yang biasa dipakai:

Pelanggaran Konsekuensi yang umum
Tertawa atau mengeluh tanpa kata Biasanya dimaafkan
Mengucapkan sebagian kata jawaban Kartu batal, tidak dapat poin
Mengucapkan seluruh jawaban Kartu batal, satu poin untuk tim lawan
Menggerakkan bibir membentuk kata Peringatan pertama, lalu kartu batal

Untuk anak kecil, cukup ingatkan dengan lembut. Tujuannya bersenang-senang, bukan menghukum.

Varian tebak gaya yang boleh bersuara

Kalau kelompokmu suka ramai, ada varian yang sengaja membolehkan bunyi. Dalam varian tirukan suara, pemeraga menirukan bunyi tanpa mengucapkan kata jawabannya. Contoh dari dek Tirukan Suara:

Varian ini cocok untuk anak balita yang belum lancar memakai kode gerakan, atau sebagai ronde selingan di tengah permainan klasik.

Bagaimana aturan suara di versi HP di dahi?

Di versi HP di dahi, perannya terbalik: orang yang memegang HP adalah penebak, sedangkan teman-teman yang melihat layar menjadi pemeraga. Aturannya tetap mengikuti logika yang sama:

Peran Boleh bersuara? Catatan
Pemegang HP (penebak) Boleh Menyebut tebakan sebanyak mungkin
Teman yang memperagakan Tidak, dalam aturan klasik Hanya gerakan dan ekspresi
Teman yang memperagakan, varian bebas Boleh efek suara Tidak boleh mengucapkan kata di layar

Karena temponya cepat, banyak kelompok membolehkan efek suara di versi ini supaya lebih ramai, misalnya bunyi mesin untuk kendaraan atau kokok untuk ayam. Yang hampir selalu dilarang adalah mengucapkan kata di layar atau bagian dari kata itu. Kalau terlanjur terucap, kartu itu dilewati dan tidak dihitung.

Sepakati versi mana yang dipakai sebelum ronde dimulai, terutama kalau ada pemain baru yang terbiasa dengan aturan berbeda.

Kesepakatan rumah yang sering dipakai di Indonesia

Setiap keluarga punya kebiasaan sendiri. Beberapa kesepakatan yang sering muncul:

Apa pun aturannya, umumkan sebelum ronde pertama dan pakai sama untuk semua tim.

Kenapa larangan bersuara begitu penting? Karena di situlah tantangan dan tawanya. Melihat seorang ayah berusaha keras memperagakan “jengkol” tanpa boleh mengucapkan satu huruf pun jauh lebih lucu daripada mendengarnya menjelaskan dengan kata-kata. Aturan diam memaksa semua orang lebih kreatif, lebih ekspresif dan lebih memperhatikan satu sama lain. Jadi kalau ragu, pilih aturan klasik dan simpan varian bersuara untuk ronde selingan.

Pertanyaan umum

Apakah pemeraga tebak gaya boleh bicara?

Tidak. Dalam aturan klasik pemeraga sama sekali tidak boleh bicara, berbisik, bernyanyi atau mengeluarkan suara. Semua petunjuk harus lewat gerakan dan ekspresi.

Bolehkah bibir bergerak membentuk kata?

Tidak boleh. Menggerakkan bibir seperti mengucapkan kata dianggap sama dengan bicara, karena penebak bisa membaca gerak bibir.

Apakah penebak boleh bersuara?

Boleh, bahkan wajib. Penebak menyebutkan tebakan dengan suara keras sebanyak yang mereka mau. Hanya pemeraga yang harus diam.

Apa hukuman kalau pemeraga bersuara?

Yang umum dipakai: kartu itu batal dan tidak dapat poin. Beberapa kelompok juga memberi satu poin untuk tim lawan.

Ada versi tebak gaya yang memakai suara?

Ada. Varian tirukan suara justru meminta pemeraga menirukan bunyi, misalnya kokok ayam atau suara kereta, tanpa mengucapkan kata jawabannya.

Dek untuk dimainkan berikutnya

Tebak Gaya Hantu: Ide Seram untuk Pesta Kostum dan Halloween Ide tebak gaya hantu yang seram tapi lucu: pocong, kuntilanak, genderuwo sampai mumi dan manusia serigala. Cocok untuk pesta kostum, Halloween dan malam seru.

Main 106 dek tebak gaya di aplikasi Act Up

106 dek dalam 72 bahasa. Taruh ponsel di dahi, miringkan untuk skor, dan rekam ronde untuk menonton lagi momen paling lucu.

  • 106 dek, 10.600 kartu
  • 72 bahasa
  • Bisa offline
  • Rekam ronde

Panduan lainnya